Penyegaran Perencanaan Kesehatan

Welcome!

This community is for professionals and enthusiasts of our products and services.
Share and discuss the best content and new marketing ideas, build your professional profile and become a better marketer together.

1

Sasaran Kesehatan yang Masuk Akal

Bgm kita menyusun atau memetakan sasaran yang masuk akal jika sasaran program kesehatan yang diberikan ke daerah tidak masuk akal ya pak. Hampir di setiap case, sasaran program kesehatan tsb tidak sesuai dengan data real di lapangan.
PAdahal kita sama-sama tahu bahwa sasaran program kesehatan tsb berdasarkan proyeksi dari Sensus Penduduk yang diselenggarakan 10 tahun sekali. Memang selalu di tingkat Kementerian menjelaskan bahwa angka sasaran tsb merupakan proyeksi utk penyusunan perencanaan. Namun pada kenyataannya dalam tahap evaluasi selalu angka sasaran tsb yang digunakan sbg pembanding.

Apalagi kalau ini kita kaitkan dengan sistem pelaporan dan database kependudukan kita yang belum optimal. Jika saja database kependudukan kita sudah baik dan didukung dengan sistem pelaporan yang handal, pastilah sasaran program kesehatan ini bisa mjd masuk akal pak.

Melihat keadaan tsb di atas, menurut bapak bgm kami memutuskan atau mengambil langkah yang mendekati masuk akal dalam penyusunan perencanaan agar perencanaan tsb tepat sasaran?

Avatar
Discard
2 Answers
0
Avatar
Best Answer

1. Berdasar dari besaran anggaran yang diterima, kita bisa mengecek sasaran yang mau dijangkau. Artinya membagi anggaran tersebut dengan sasaran, apakah per sasaran itu mendapat nilai uang yang wajar.

2. Berdasar kriteria kelompok. Misal; kriteria sasaran, kriteria pendukung, kriteria pengawas, kriteria produk layanan, dll. Sehingga anggaran yang disediakan lebih jelas mau dimana. Mungkin dinas kesehatan akan lebih banyak untuk untuk kriteria pendukung dan pengawas. 

Avatar
Discard
0
Avatar
Mubasysyir Hasanbasri
Best Answer

Jika kita yakin sasaran yang real di wilayah puskesmas yang membutuhkan layanan tidak sebesar dari yang diprediksi survey, maka pertanyaannya adalah bagaimana agar lembaga pusat berpikir lebih masuk akal untuk situasi seperti itu?

1. Menyajikan perbedaan data rutin dan taksiran sasaran menurut data nasional secara transparan dan terupdate di website pemda, agar publik bisa menangkap data pusat yang tidak masuk akal.

2. Membuka akses ke publik dokumen perencanaan dan evaluasi program yang berisi fakta tidak adanya hubungan antara jumlah anggaran yang disetujui dan jumlah penduduk sasaran yang diprediksi pusat.

3. Menunjukkan di website pemda bahwa penduduk sasaran sesuai data lokal adalah lebih masuk akal dilaksanakan daripada jika menggunakan data prediksi nasional. Apa lagi unit pelaksana daerah benar-benar dapat melaksanakan program itu secara transparan.

Avatar
Discard