Penyegaran Perencanaan Kesehatan

Welcome!

This community is for professionals and enthusiasts of our products and services.
Share and discuss the best content and new marketing ideas, build your professional profile and become a better marketer together.

2

Apakah mungkin sistem kerja seperti di perbankan diterapkan di bidang kesehatan?

Apakah mungkin sistem kerja seperti di perbankan diterapkan dibidang kesehatan?

Jika bisa, saya rasa akan lebih efektif karena sistemnya sepertinya campuran struktural dengan organisasi matrik. Dimana kewenangan masing-masing ada batasannya.

Namun yang perlu diantisipasi adalah bagaimana koordinasi antar program dan sinergi pusat, provinsi dan kab/kota

Mohon pencerahannya pak Mub dkk

Terimakasih

Avatar
Discard
2 Answers
1
Avatar
Rozita
Best Answer

Betul pak mub. saya malah berpikir bahwa semua sistem informasi yang ada terintegrasi dalam 1 program besar yaitu Sistem Informasi Kesehatan Nasional, nanti ada rootnya ke bawah sesuai pelayanan kesehatan yaitu Upaya Kesehatan Promotif Preventif, Upaya Kuratif dan Upaya Rehabilitatif nanti masing-masing upaya ini ada root lagi kebawah mana program program atau kegiatan yang mendukung ke upaya tersebut diintegrasikan sehingga semua bergerak secara simultan keatas. Jadi bila ada program prioritas Nasional, tinggal penguatan masing-masing unit yang terkait. semua data berasal dari satu data, sehingga sinkron sampai kebawah. 

untuk data sasaran ini tentunya terintegrasi dengan sistem kependudukan karena masyarakat sudah pakai NIK. saya lihat dikemenag sudah menggunakan sistem terintegrasi, sehingga data profil perorangan setiap orang mau menikah mereka tinggal diakses di sistem onlinenya, dimana informasi yang benar tentang ybs segera diperoleh. didata itu akan keluar berapa kali dia pernah menikah, dimana saja istrinya dsb. kenapa kita kesehatan tidak memanfaatkan data dukcapil yang sudah terintegrasi ini dalam menentukan sasaran? kita masih menggunakan data survey atau data asumsi. pdahal masyarakat ini semua sudah memeiliki NIK. 

ini sebenarnya sangat bisa kita lakukan, buktinya vaksinasi bisa berjalan dengan menggunakan NIK.


Avatar
Discard
0
Avatar
Mubasysyir Hasanbasri
Best Answer

Sistem yang dimaksud Bu Rozita adalah teller yang melayani kebutuhan pelanggan. Sang teller menyelesaikan urusan dengan otorisasi pihak terkait. Semua layanan diberikan di bank itu. Jika program-program kesehatan disatukan dalam satu tempat seperti itu apakah bisa?

Kelihatannya, ini ditanyakan karena program-program kesehatan itu banyak dan "berserakan" sendiri-sendiri dan terus menjadi tidak efisien. Puskesmas sebenarnya sudah bekerja seperti itu tetapi sistem informasi penduduk "pelanggan" belum rapi dan tersambung. Sebagai sebuah sistem,  penduduk yang datang ke bidan di desa atau yang datang ke posyandu untuk layanan deteksi dini dan monitoring status gizi (yang mudah diakses bagi penduduk yang tinggal jauh dari puskesmas) seharusnya tercatat dalam sistem informasi puskesmas. Demikian juga, dokter keluarga melayani penduduk seharusnya tercatat dalam sistem puskesmas. Jika informasi setiap layanan untuk tiap penduduk tersambung dalam satu sistem informasi, maka kita bisa mempelajari berapa besar dan jenis layanan apa yang digunakan, bahkan kondisi kesehatan penduduk dapat dipelajari. Dengan cara itu, perencanaan kebutuhan dan anggaran menjadi sederhana, dibandingkan sekarang yang kalang kabut semua pihak mencari data tiap ada keperluan tertentu di pusat. Memang sudah saatnya ada kantor pusat puskesmas di Jakarta dan di tiap provinsi. Program apa saja tinggal dilayani di sistem puskesmas (dengan cabang-cabangnya di pustu, puskesmas keliling, dokter keluarga,  bidan desa, tim kunjungan rumah, dan posyandu). Mestinya Pak Budi Sadikin paham soal ini. 


 

Avatar
Discard