4. Advokasi dan Prioritas Politik untuk Anggaran di Pusat dan Daerah

Welcome!

This community is for professionals and enthusiasts of our products and services.
Share and discuss the best content and new marketing ideas, build your professional profile and become a better marketer together.

0

Contoh advokasi program

Apa contoh kegiatan advokasi untuk mendukung program kepedulian anda, yang dapat ditunjukkan dari berita di koran online atau media online? Kutip url berita itu, lalu kita bahas strategi advokasinya. 

Sebagai contoh, link berita terlampir cerita tentang pentingnya sekolah mengelola program bebas tuberkulosis. Lalu kita pelajari siapa melakukan advokasi kepada siapa, bagaimana strategi yang dilakukan, dan apakah efektif advokasi melalui press-release. Apa yang dapat anda sarankan agar lebih efektif?  (https://pressrelease.kontan.co.id/release/sekolah-harus-berperan-cegah-penularan-tbc?page=all)

1 Comment
Avatar
Discard
Avatar
Tiara Marthias
-

Halo pak Mub, apakah advokasi menggunakan framing politik seringkali lebih efektif dibandingkan framing lainnya?

1 Answer
0
Avatar
Mubasysyir Hasanbasri
Best Answer

Ya iya lah. Kegiatan yang masuk dalam frame politik kepala daerah, tentulah lebih didukung kepala daerah. Karena itu aktor perencana harus pandai mengelola kegiatan yang bersinggungan kepentingan politik kepala daerah. Itu yang ingin ditekankan oleh artikel "political management of..."

1 Comment
Avatar
Discard
Avatar
Faisal Mansur
-

Alternatif yang lain adalah bermain di level desa. Politik desa tidak sekompleks politik di tingkat kabupaten. Malah terkadang desa mencari bantuan untuk penyusunan program dari ADD maupun dana desa mereka. Jika tidak mendapat support berupa ide/kegiatan yang detail, kebanyakan dari dana itu berujung ke pembangunan fisik. Peran puskesmas dan dinas dalam mengadvokasi isu kesehatan menjadi kunci.

Salah satu contoh dari beberapa desa di Kabupaten Sukamara, Prov Kalteng. Pemerintah desa sepakat untuk memberikan insentif besar untuk dukun agar tidak lagi menangani persalinan melainkan menjadi penghubung ibu hamil dan petugas kesehatan. Sebelumnya, AKI dan AKB sangat tinggi karena bumil sangat susah dibawa ke faskes atau bertemu dengan petugas kesehatan. Mereka lebih percaya dukun. Petugas puskesmas berusaha melakukan pendekatan secara formal (minlok linsek) dan informal (mengunjungi/berdiskusi) hingga kurang lebih 3 tahun kepada kepala suku (demang) serta kepala desa sampai akhirnya program Kerja Sama Bidan dan Dukun (KABAN) bisa disetujui.